Peringatan Risiko
Perdagangan margin merujuk pada praktik memperbesar dana aktual Anda dengan meminjam aset. Anda harus mengembalikan aset yang dipinjam dalam jangka waktu tertentu dan membayar bunga atas dana yang dipinjam. Meskipun perdagangan margin dapat memungkinkan keuntungan signifikan dengan investasi minimal, hal ini juga melibatkan peningkatan risiko kerugian ketika pasar bergerak berlawanan dengan posisi Anda.
Tingkat risiko adalah metrik kunci untuk menilai risiko likuidasi pada akun margin Anda. Ini mewakili rasio total aset Anda terhadap aset yang dipinjam. Tingkat risiko yang lebih tinggi menunjukkan proporsi aset yang dipinjam lebih rendah, sehingga akun menjadi kurang rentan terhadap likuidasi. Sebaliknya, rasio risiko yang lebih rendah menunjukkan tingkat risiko yang lebih tinggi pada akun margin Anda.
Ketika tingkat risiko turun di bawah tingkat likuidasi paksa, sistem akan melikuidasi posisi Anda, menggunakan semua aset yang tersedia untuk membayar kembali jumlah yang dipinjam.
Oleh karena itu, penting untuk menyadari risiko perdagangan leverage dan menghindari perdagangan berat dengan leverage tinggi, guna mencegah kemungkinan likuidasi paksa atau bahkan kebangkrutan selama kondisi pasar yang ekstrem.
Bagaimana cara mengurangi risiko likuidasi paksa?
1. Gunakan leverage dengan bijak dan kendalikan ukuran posisi
Contoh: Dalam perdagangan leverage BTC/USDT dengan leverage maksimum 10x, jika Anda memiliki 10 USDT, Anda dapat meminjam hingga 90 USDT. Untuk mengurangi risiko, pinjam hanya 40 USDT (leverage 5x) berdasarkan toleransi risiko Anda.
2. Tetapkan order stop-loss
Ketika tingkat risiko Anda mendekati tingkat likuidasi paksa, kurangi ukuran posisi Anda atau tetapkan order stop-loss untuk meminimalkan risiko likuidasi.
3. Pertahankan tingkat risiko yang tinggi untuk menghindari likuidasi akibat fluktuasi pasar
Jika Anda menerima email peringatan risiko, segera tambahkan dana ke akun margin Anda untuk memastikan tingkat risiko Anda tetap di atas ambang likuidasi.
🔗 Jelajahi Lebih Lanjut