Perbedaan Antara Trading Futures dan Trading Spot

Artikel ini membahas perbedaan antara trading spot dan trading futures di market kripto, dengan fokus pada Trading Futures yang mengacu pada trading   kontrak perpetual.

 

Apa Itu Trading Spot?

Trading Spot adalah pembelian atau penjualan kripto secara langsung. Metode ini memungkinkan trader menukar satu aset kripto dengan aset lain dan langsung menjadi pemiliknya.

Harga spot adalah harga terkini di mana aset bisa dibeli atau dijual untuk pengiriman segera. Transaksi spot bisa dilakukan kapan saja, 24 jam sehari.

 

Apa Itu Trading Futures?

Kontrak perpetual adalah instrumen turunan (derivatif) yang tidak memiliki tanggal kedaluwarsa. Funding rate digunakan untuk menjaga harga futures tetap sejalan dengan harga spot dari aset yang menjadi acuannya.

Dalam Trading Futures, trader tidak benar-benar memegang aset kripto tersebut, melainkan memiliki kontrak yang nilainya mengikuti harga aset acuan. Artinya, trader memiliki kewajiban untuk membeli atau menjual aset tersebut pada waktu yang telah ditentukan.

 

🔗 Pelajari lebih lanjut:

Panduan Pemula untuk Trading Futures CoinEx

Apa itu Kontrak Linear dan Inverse

Cara Mendapatkan Keuntungan dari Trading Futures

 

Perbedaan Antara Trading Spot dan Trading Futures

Fitur Trading Spot Trading Futures  
Sifat trading Nilai setara: Modal sama dengan nilai aset yang mendasarinya. Leverage: Menggunakan dana pinjaman untuk memperbesar posisi.
Kepemilikan aset Pembeli memiliki aset kripto, seperti BTC, CET, dll. Hanya kontrak futures yang diperdagangkan, tanpa pengiriman aset yang mendasarinya.
Arah trading  Beli/Jual Long/Short
Penghasilan Keuntungan hanya dari kenaikan harga Trader dapat melakukan long atau short, mendapatkan keuntungan di market yang naik atau turun.
Leverage Tidak ada leverage (1:1) Dapat menggunakan leverage tinggi (1-100X), memperbesar keuntungan dan risiko
Likuidasi Tidak ada risiko likuidasi Risiko penutupan posisi/likuidasi paksa
Tingkat risiko Risiko rendah: kerugian terbatas pada modal awal Risiko tinggi: dapat mengakibatkan likuidasi jika kerugian melebihi margin
Biaya Biaya trading  Biaya trading  + Biaya pendanaan
Skenario Cocok untuk investasi jangka panjang dan digunakan untuk menyimpan nilai Cocok untuk spekulasi jangka pendek, arbitrase, dan lindung nilai terhadap risiko market spot
Target trader 1. Pemula dalam trading  aset kripto. 
2. Investor jangka panjang. 
3. Trader yang menghindari risiko.
 4. Investor pasif dengan riset market terbatas.
1. Trader berpengalaman. 
2. Spekulator jangka pendek. 
3. Pengguna strategi arbitrase. 
4. Trader profesional dengan keterampilan manajemen risiko.

 

🔗Pelajari lebih lanjut:

Apa Perbedaan Antara Trading Spot, Trading Margin dan Trading Futures 

Perbedaan Antara Kontrak Perpetual dan Kontrak Futures Tradisional

Disclaimer: Konten di situs ini hanya informasi, bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum berinvestasi. Pemilik dan penulis tidak bertanggung jawab atas kerugian akibat penggunaan informasi ini. Semua investasi berisiko, dan kinerja masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.