Apa Perbedaan Antara Trading Spot, Margin, dan Futures

Fitur Trading Spot Trading Margin Trading Futures
Aset dasar Kripto yang Anda miliki langsung Dana pinjaman Derivatif
Rasio Leverage Tidak Tersedia 1-10X 1-10X
Arah trading Hanya untung kalau harga naik 📈 Posisi beli 📉 Posisi jual 📈 Posisi beli 📉 Posisi jual
Biaya Biaya trading hingga 0,2% Biaya trading hingga 0,2% + Suku bunga pinjaman harian Biaya trading 0,03%-0,05% + Funding rate
Tarif biaya trading CoinEx bervariasi berdasarkan Tingkat VIP dan Tingkat Market Making yang berbeda. Lihat lebih lanjut tentang biaya >>
Target trader Investor jangka panjang Investor yang menghindari risiko Trader menengah dengan toleransi risiko moderat Investor dengan toleransi risiko tinggi Spekulator jangka pendek
Karakteristik Anda membeli dan memegang aset secara langsung Meminjam dana dari platform untuk membeli atau menjual lebih banyak aset dan memperbesar modal awal. Mendapatkan keuntungan dari kenaikan/penurunan harga kripto dengan membeli posisi panjang atau menjual posisi pendek berdasarkan penilaian Anda.
Keuntungan Jumlah asetmu tetap, meskipun harganya naik-turun Gunakan leverage untuk memaksimalkan keuntungan dengan membeli posisi panjang atau menjual posisi pendek. Jual posisi pendek/beli posisi panjang dengan leverage lebih tinggi untuk memaksimalkan keuntungan aktual Anda. Kontrak futures tidak memiliki tanggal kedaluwarsa atau penyelesaian.
Kerugian Tidak bisa jual saat harga turun (short selling) Trader perlu membayar bunga atas koin/token yang dipinjam dan menanggung risiko likuidasi dan kerugian ganda yang tinggi Trader akan menanggung risiko kerugian ganda dan likuidasi paksa yang tinggi.

 

Sementara itu, Trading Futures dapat dibagi menjadi jenis-jenis berikut: Kontrak Linier dan Kontrak Inverse. Perbedaan antara Kontrak Linier dan Kontrak Invers adalah sebagai berikut:

Jenis Kontrak Perbedaan 
Kontrak Linier (Perpetual dengan Margin USDT) Contoh: BTCUSDT 1. Menguntungkan bagi penjual posisi pendek. 2. Trader hanya perlu memegang USDT untuk membuka posisi. 3. Ketika harga turun, Anda tidak akan mengalami kerugian tambahan yang disebabkan oleh pembukaan posisi dengan non-stablecoin seperti kontrak invers. 4. Risiko lebih rendah dengan volatilitas harga yang ringan. 5. Menggunakan stablecoin sebagai mata uang penetapan harga dan penyelesaian, seperti USDT dan USDC.
Kontrak Invers (Perpetual dengan Margin Koin) Contoh: BTCUSD 1. Menguntungkan bagi pemegang jangka panjang. 2. Trader perlu memegang koin penyelesaian seperti BTC atau ETH. 3. Ketika harga naik, Anda dapat memperoleh keuntungan tambahan dari memegang posisi panjang BTC atau ETH. 4. Risiko lebih tinggi dengan volatilitas harga yang lebih besar. 5. Menggunakan USD sebagai mata uang penetapan harga dan BTC atau ETH sebagai mata uang penyelesaian.

 

Artikel Terkait

Apa Itu Kontrak Linier dan Kontrak Invers

Tutorial Trading Kontrak Linier (WebApp)

Tutorial Trading Kontrak Invers (WebApp)

Disclaimer: Konten di situs ini hanya informasi, bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum berinvestasi. Pemilik dan penulis tidak bertanggung jawab atas kerugian akibat penggunaan informasi ini. Semua investasi berisiko, dan kinerja masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.